Menanam Mangrove, Menjaga Pulau Tunda 🌱
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Hai, teman-teman! 🌿 Ane mau cerita soal pengalaman seru di Pulau Tunda, tepatnya di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Kemarin (23 Januari 2025) ane ikut kegiatan "Serah Terima Bantuan dan Tanam Perdana Mangrove Kawasan Pulau Tunda". Kegiatan ini sederhana tapi penuh makna, dan yang pasti, bikin ane makin sadar pentingnya menjaga lingkungan.
Acara ini bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. Telkom Indonesia Tbk., bareng LAZ Harfa sebagai mitra pelaksananya. Fokus utamanya? Menanam mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi. Selain itu, mangrove juga bantu mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon. Nggak cuma keren, tapi bener-bener langkah nyata buat bumi yang lebih sehat.
Mangrove, Si Penjaga Pesisir
Buat yang belum tahu, mangrove itu punya banyak manfaat luar biasa. Mereka nggak cuma bikin pantai kelihatan cantik, tapi juga jadi pelindung alami dari abrasi dan badai. Selain itu, mangrove juga jadi rumah buat berbagai satwa laut. Dengan kata lain, menanam mangrove itu nggak cuma investasi buat lingkungan, tapi juga buat masa depan masyarakat pesisir.
(Dokumentasi Pribadi)
Pulau Tunda, Pulau dengan Gaya Hidup Unik
Ternyata, masyarakatnya memanfaatkan waktu siang hari untuk aktivitas produktif seperti melaut, bertani, berkebun, atau bahkan merawat ekosistem pulau. Kesederhanaan dan kedekatan mereka dengan alam terasa banget. Pulau Tunda bukan cuma indah, tapi juga mengajarkan arti kehidupan yang harmonis dengan lingkungan.
Jalannya Acara
Semua dimulai dari pelabuhan perikanan Karangantu di Serang. Para stakeholder yang ingin ikut menyeberang bareng tim utama sudah dikoordinasikan sebelumnya untuk kumpul di pelabuhan sebelum pukul 08.00 pagi. Soalnya, kapal nelayan yang mengantar kami akan langsung berangkat tepat waktu.
Setibanya di Pulau Tunda, kami langsung disambut dengan suasana alam yang masih alami dan asri. Tapi ada hal menarik yang bikin ane penasaran—di Pulau Tunda, listrik cuma nyala di malam hari! Saat siang hari, pulau ini benar-benar mengandalkan energi alam dan hidup tanpa listrik (Ada beberapa warga yang menggunakan genset sebagai sumber listrik, tapi mengeluhkan harga BBM yang mahal karena akses ke pulau yang lumayan jauh dari pelabuhan karangantu).
Acaranya dimulai pagi-pagi banget. Kami dari tim Harfa kumpul di RP (Rumah Pemberdayaan) untuk persiapan, mulai dari alat-alat sampai koordinasi. Pas tiba di lokasi, acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan LAZ Harfa dan stakeholder yang hadir. Setelah itu, ada penyerahan bantuan program secara simbolis. Nah, puncak acaranya tentu aja sesi tanam mangrove bareng-bareng, mulai dari para undangan sampai masyarakat setempat.
Yang bikin acara ini makin spesial, banyak tamu penting yang hadir. Dari Kecamatan Tirtayasa ada Pak Arif (Kasi Ekbang) dan Pak H. Nahudi. Polsek Tirtayasa diwakili Pak Syarif (Bhabinkamtibmas Desa Wargasara), dan dari Danramil Tirtayasa ada Kapten Inf Jajang Supriatna, S.Kom. Nggak ketinggalan, ada juga perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Pak Sekdes Wargasara, teman-teman Polair Pulau Tunda, dan Pokdarwis Jalatunda yang diwakili Pak Sudirman dan jajarannya. Masyarakat Kampung Pulotunda juga ikut meramaikan, bikin suasana jadi hangat banget.
Hasil yang Membanggakan
Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.250 pohon mangrove berhasil diserahkan dan ditanam. Luar biasa, kan? Ane bangga banget bisa ikut berkontribusi. Masyarakat juga antusias banget, bahkan mereka berharap program seperti ini bisa terus berjalan. Selain buat lingkungan, mangrove ini juga diharapkan bisa bawa dampak positif buat ekonomi masyarakat pesisir.
Refleksi dari Pulau Tunda
Dari kegiatan ini, ane sadar kalau menjaga lingkungan itu bisa dimulai dari langkah kecil. Nggak perlu hal besar, asalkan dilakukan bareng-bareng, hasilnya bakal luar biasa. Ane jadi belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana seperti menanam mangrove. Selain mencegah abrasi, mangrove juga membantu menyerap karbon dan melindungi ekosistem pesisir.
Selain itu, kehidupan masyarakat Pulau Tunda yang sederhana namun dekat dengan alam memberikan inspirasi tersendiri. Meski tanpa listrik di siang hari, mereka tetap produktif dan punya semangat untuk menjaga lingkungan sekitarnya.
Pulau Tunda mungkin kecil, tapi dampak dari program ini pasti besar kalau terus dilakukan secara konsisten.
Jadi gimana, teman-teman? Yuk, kita mulai peduli sama lingkungan, walaupun dari hal kecil seperti menanam pohon. Bumi yang sehat bakal jadi warisan terbaik buat generasi yang akan datang. 🌱
*Tulisan ini cuma buat kenangan aja ya, enjoy!
Serang, Januari 2025
Yuhuuu, enjoy your beautiful journey❤
BalasHapus