Bungsu dan Sarjananya
من المستحيل أن يصل بنا الله إلى هذا الحد ثم نفشل ما لم نستسلم في منتصف الطريق
"Tidak mungkin Allah membawa kita sejauh ini hanya untuk gagal kecuali kita yang menyerah di tengah jalan."
Katanya, anak bungsu itu paling manja, paling suka bikin ribet, dan paling sering ngeluh. Tapi siapa sangka, anak bungsu yang satu ini malah berhasil jadi sarjana! 🧑🎓✨
Dulu, tiap ada tugas aja langsung cari alasan buat nggak ngerjain, tapi sekarang... ya, masih sama, cuma bedanya sekarang sudah bisa menyelesaikan skripsi 😂
Ayah mungkin udah tenang di sana, tapi semangatnya nggak pernah hilang, selalu ada dalam setiap langkah kaki ini. Masih ingat dulu, ayah selalu bilang, “Belajar yang rajin, biar nggak capek kerja keras nanti.” Eh, sekarang malah belajar kerasnya sampai lupa capek, semua buat bikin ayah bangga dari jauh.
Skripsi? Berat banget, hampir kayak beban hidup (atau mungkin lebih, soalnya beban hidup bisa dilupain, tapi skripsi? No way, harus dituntaskan!) biar ga keingetan terus di segala situasi 😂 Banyak begadang, mata panda udah kayak penanda wajib. Banyak keringat, sampai rasanya lebih sering mandi air mata daripada air beneran (ahayyy jangan serius-serius ✌). Tapi aku percaya, ada senyum di atas sana yang bangga lihat anak bungsunya nggak nyerah meski jalannya nggak selalu mulus, mungkin kayak roller coaster haha. Mungkin Ayah juga lagi bilang, “Liat tuh, anak bungsu ini ternyata lebih kuat dari yang ku kira... atau mungkin dia cuma kepepet hahaha.”
Dari yang dulu sering minta uang jajan buat beli jajanan, sekarang giliran bikin keluarga bangga bisa menyandang gelar di belakang nama. Terima kasih buat doa-doa tanpa putus dari Ibu dan Aa-Teteh, yang selalu setia jadi support system, walau lebih sering ngejekin si bungsu yang dulu katanya gampang baper (sekarang juga masih sih 😂). Dan untuk Ayah, gelar ini aku persembahkan untukmu, bukti kalau anak bungsumu bisa lebih dari sekadar manja.
Terima kasih untuk semua perjalanan panjang ini—yang penuh tawa, air mata, dan begadang malam-malam. Kini, lembaran baru dimulai, dan anak bungsu ini siap menghadapi dunia yang katanya lebih kejam dari dosen pembimbing💪😆 Tapi nggak apa-apa, sudah terbiasa berjuang. Sekarang waktunya membuktikan, kalau si bungsu ini memang punya mimpi besar, sama besar dengan semangat yang dia bawa dari dulu.
"Apapun nanti hasilnya, banggalah terhadap setiap proses yang kamu lalui, hargai dirimu yang terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Ucapkan terima kasih pada dirimu yang tak pernah menyerah. Sadari bahwa perjalananmu adalah perjuanganmu, dirimu sendiri yang tahu capeknya, sedihnya, begitupun bahagianya. Maka dari itu, jadilah rumah untuk dirimu sendiri, karena yang bertanggung jawab untuk mengisi cinta bahagia adalah dirimu. Jangan pernah berhenti berdoa, yakinlah suatu saat nanti kamu akan menikmati apa yang selalu kamu usahakan dan doakan".
Lu sebenernya ga pernah yakin 100%, lu cuma berusaha maksimal dan pura-pura siap aja, lucunya tiba-tiba ada aja jalannya dari Allah. ~ Anonim
*Tulisan ini cuma buat kenangan aja yaa, enjoy!
Affahhh eaaa🤔
BalasHapus